• 1
  • 2
  • 3

Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

Kategori : Rubrik KesehatanHits : 1019
Saturday , 10 May 2014
ditulis oleh Sugiharto Budhy

          Merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Corona Virus yang disebut Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV), yang pertama kali dilaporkan pada tahun 2012 di Arab Saudi. MERS-CoV harus diwaspadai, terutama pada jemaah haji yang baru saja kembali dari Arab, negara asal munculnya penyakit ini. Karena penyebarannya yang semakin meluas, sejak April 2012 hingga awal tahun 2013, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan sejak Mei 2013 lalu untuk mewaspadai ancaman penyebarannya.

Gejala dan Penularan MERS-CoV:          
         
           Sebagian besar orang yang terinfeksi MERS-CoV memiliki gejala yang mirip dengan influenza sehingga diistilahkan "flu like syndrome" dan berkembang menjadi penyakit saluran pernapasan berat dengan gejala utama: demam tinggi minimal 38 derajat Celcius, bersin, batuk, dan sesak nafas yang akhirnya berujung pada kematian akibat beberapa komplikasi serius yang terjadi seperti Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) dengan kegagalan multiorgan, gagal ginjal dan perikarditis serta pneumonia berat. Pneumonia atau radang paru pada umumnya disebabkan oleh bakteri pneumoni, sedangkan untuk MERS penyebabnya adalah Virus Corona.
                   
          Masa inkubasi dari virus hingga menyebabkan penyakit adalah 2 hingga 14 hari. Sehingga mungkin saja seseorang terinfeksi virus Corona MERS di Timur Tengah dan kemudian gejala baru timbul begitu sudah kembali ke negara asal.  Sebaiknya setiap orang yang memiliki gejala influenza segera memeriksakan diri, terlebih setelah pulang dari Timur Tengah. Dan bukan hanya orang tersebut yang perlu memeriksakan diri, orang-orang terdekat di lingkungan hidupnya pun perlu memeriksakan diri.                                     

          Hal ini karena virus mungkin bisa menular antarmanusia dengan cepat dan mudah dengan batuk, bersin, bahkan berbicara. Siapa pun yang mengadakan kontak dengan pasien perlu dicurigai, maka perlu juga diperiksa.

Vaksin dan pengobatan:

Hingga saat ini belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi MERS-CoV. Selain itu, juga belum ditemukan metode pengobatan yang secara spesifik yang dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh MERS-CoV ini. Perawatan medis hanya bersifat supportive untuk meringankan gejala. Penting juga meningkatkan imunitas diri masing-masing.

Pencegahan:

Untuk melindungi diri dari kejadian penyakit saluran pernapasan, hendaknya lakukan beberapa langkah pencegahan sebagai berikut:               
1. Tutuplah hidung dan mulut dengan tissue ketika batuk ataupun bersin dan
    segera buang tissue tersebut ke tempat sampah.          
2. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum
    dicuci.              
3. Hindari kontak secara dekat dengan orang yang sedang menderita sakit,
    misalnya ciuman atau penggunaan alat makan/minum bersama.              
4. Bersihkan menggunakan desinfektan untuk membersihkan barang-barang
    yang  sering disentuh.

                                        

                                                                           

                                                                                                                             



Hasil survey layanan poliklinik :
Puas : 12 orang
Tidak Puas : 6 orang

Siwalankerto 121-131 Surabaya
Telp.: +62 31 8439040, 8394830-31
Fax: +62 31 8436418

Copyright (c) 2013 - reserved to Petra Christian University Powered by PUSKOM MIS division