• 1
  • 2
  • 3

Masuk Angin? Awas Serangan Jantung

Kategori : Budaya dan KesehatanHits : 724
Friday , 28 Aug 2015
ditulis oleh Erdina Ayuanita

Masuk angin biasanya dianggap sepele. Padahal, masuk angin bisa menjadi tanda awal serangan jantung. Nah, bagaimana cara membedakan masuk angin biasa atau masuk angin karena serangan jantung?

Selain gejala masuk angin biasa seperti berkeringat dingin, mual, muntah, hingga berdebar-debar, masuk angin pada seseorang yang mengalami serangan jantung biasanya diiringi rasa nyeri dada spesifik ataupun keluhan tidak khas, seperti rasa nyeri pada ulu hati maupun sesak nafas.

Nyeri dada spesifik mengarah ke serangan jantung akan disertai gejala rasa tidak nyaman di dada (discomfort), terasa seperti tertekan (pressure), terasa terikat kuat di dada (tightness), terasa terbakar di dada (burning) atau terasa berat (heaviness). Kadang, pasien menggambarkannya seperti sensasi tertindih gajah pada dadanya (elephant sitting on my chest).

Masuk angin pada serangan jantung juga tidak membaik meski Anda menarik nafas atau saat terjadi pergerakan dinding dada. Nyeri biasanya berlangsung selama beberapa menit dan jarang lebih dari 5 – 10 menit serta terasa menyeluruh. Mulai dari nyeri pada dada bagian kiri, lalu menjalar ke bahu, rahang, hingga lengan kiri.

Jika Anda mengalami masuk angin yang disertai dengan beberapa gejala nyeri seperti di atas, segera hubungi dokter agar bisa ditangani segera. Terlebih lagi bila Anda memiliki kolesterol tinggi, diabetes, merokok, dan jarang olahraga yang merupakan faktor risiko serangan jantung.







Hasil survey layanan poliklinik :
Puas : 12 orang
Tidak Puas : 6 orang

Siwalankerto 121-131 Surabaya
Telp.: +62 31 8439040, 8394830-31
Fax: +62 31 8436418

Copyright (c) 2013 - reserved to Petra Christian University Powered by PUSKOM MIS division